Untung mana, jualan di marketplace atau di website sendiri?

ArticlesEcommerceOnline shopshoppee tiktok topedToko online

Marketplace Adalah Sewa, Website Adalah Hak Milik: Transisi Wajib bagi 'Top Tier' Seller

Sadar tidak? Bisnis Anda memiliki silent partner. Dia tidak ikut packing barang, tidak ikut lembur saat 12.12, dan tidak ikut pusing saat ada retur. Tapi, dia rajin meminta jatah 10% hingga 20% dari omzet kotor Anda setiap bulan tanpa ampun.

Namanya adalah Biaya Admin Marketplace.

Bagi pemula, marketplace adalah tempat belajar yang bagus. Tapi bagi Top Seller yang sudah memiliki basis pelanggan setia, bertahan 100% di marketplace adalah bunuh diri finansial secara perlahan. Margin Anda digerogoti oleh biaya layanan, biaya 'gratis ongkir', dan perang harga yang tak berkesudahan.

The Greedy Landlord: Jebakan Tanah Sewaan

Bayangkan Anda membangun toko megah di atas tanah orang lain. Semakin ramai toko Anda, semakin mahal uang sewanya. Dan yang paling mengerikan: pemilik tanah bisa mengusir Anda (banned/suspend) kapan saja tanpa negosiasi.

Ilustrasi risiko bisnis tanpa website sendiri: Seperti menyewa toko tanpa kepemilikan aset dan database pelanggan, rentan biaya admin tinggi Tanpa website sendiri, Anda hanya "penumpang" di platform orang lain.

Di Webstetik, kami melihat pola yang sama pada klien kami yang merupakan Star Seller atau Official Store. Mereka lelah berkompetisi di "Pasar Malam" (Marketplace) yang becek dan penuh diskon, dan ingin membangun "Butik" (Website Sendiri) yang eksklusif.

Margin Rescue Calculator: Berapa Uang yang Anda Bakar?

Mari kita hitung kerugian nyata Anda. Gunakan kalkulator di bawah ini untuk melihat berapa banyak uang yang Anda "sumbangkan" ke platform setiap tahunnya.

💸 The Silent Partner Audit
Setiap tahun, Anda kehilangan potensi profit sebesar: Rp 0

...

Kedaulatan Data: Aset yang Sebenarnya

Masalah terbesar marketplace bukan hanya biaya, tapi Data Pelanggan. Anda tidak memiliki akses penuh ke email atau nomor telepon pelanggan Anda. Artinya, Anda tidak bisa melakukan retargeting atau mengirim promo eksklusif tanpa membayar iklan lagi ke platform.

Dengan website e-commerce sendiri, setiap transaksi menambah database aset Anda. Anda bisa:

  • Mengirim email marketing gratis seumur hidup.
  • Membuat program loyalitas tanpa potongan.
  • Meningkatkan Lifetime Value (LTV) pelanggan.

Q&A: Transisi dari Marketplace ke Website

Q: Apakah saya harus menutup toko di Marketplace?

Tidak. Strategi terbaik adalah *Hybrid*. Gunakan marketplace untuk akuisisi pelanggan baru (karena traffic-nya tinggi), lalu arahkan pelanggan tersebut untuk pembelian kedua (repeat order) di Website Anda dengan insentif harga yang lebih murah (karena tanpa potongan admin).

Q: Bagaimana solusi biaya admin marketplace yang makin mahal?

Satu-satunya solusi jangka panjang adalah memindahkan transaksi ke kanal milik sendiri (Direct-to-Consumer). Di website sendiri, biaya transaksi payment gateway hanya sekitar 1-2%, jauh lebih hemat dibanding potongan marketplace yang bisa mencapai 15%.

Q: Apakah mengelola website toko online itu ribet?

Dulu mungkin iya. Tapi dengan layanan Webstetik, Anda mendapatkan sistem manajemen toko yang semudah mengoperasikan akun Shopee/Tokopedia, namun dengan kontrol penuh atas brand dan keuntungan Anda.

Selamatkan Margin Profit Anda Sekarang

Berhenti menjadi sapi perah platform. Mulai bangun kedaulatan bisnis Anda.

Bangun Toko Online Sendiri →